DEAR PARA CALON DOKTER

by - March 12, 2017

Assalaamu'alaikum!


Untuk kita, calon dokter..

Menjadi dokter bukanlah perkara mudah, banyak perjuangan yang harus kalian hadapi. Sekolah sarjana 3,5 tahun, dokter muda 2 tahun, internship 1 tahun, belum lagi bila kalian ingin melanjutkan sekolah spesialis harus menempuh pendidikan 4 tahun lagi. Belum lagi ada isu mengenai "Dokter Layanan Primer" yang mengharuskan kalian sekolah lagi selama 3 tahun!

Gimana, panjang kan? Bakalan capek kan?

Mungkin kalian iri dengan teman-teman lain yang kuliah di luar bidang kedokteran seperti teknik, ataupun ekonomi, yang kuliahnya CUMA 4 tahun (kecuali yang ingin melanjutkan sekolah S2 sampai S3), kemudian dapat pekerjaan, dapat duit, menikah. Sedangkan kita? kita terus meminta dan mengandalkan duit orang tua kita untuk membiayai selama kuliah kedokteran, SPP yang gak mahal, beli buku-buku kedokteran yang banyak banget dan gak mahal (meskipun itu fotokopian!), apalagi kalau kalian udah dokter muda, harus wajib beli printilan-printilan kedokteran seperti stetoskop yang paling bagus, termometer, alat untuk tensi yang bila di total bisa mencapai jutaan rupiah!

Dear para calon dokter..

Lupakanlah semua itu! Yang perlu kalian ingat adalah BERJUANGLAH SEKERAS MUNGKIN untuk menjadi dokter. Ingatlah kerja keras orang tuamu untuk membiayai kuliah kedokteranmu yang ditotal bisa mencapai miliaran rupiah! Mereka ingin kalian menjadi dokter yang sukses dan amanah!

Dear para calon dokter..

Menjadi dokter bukan hanya sekedar agar banyak materi, tapi juga MEMEGANG AMANAH! Ingatlah SUMPAH DOKTER! Kalian memegang amanah untuk melayani dan mengobati pasien dengan baik dan sesuai prosedur.

  • Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan.
  • Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.
  • Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.
  • Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan dan keilmuan saya sebagai dokter.
  • Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien.
  • Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian, atau Kedudukan Sosial, dalam menunaikan kewajiban saya terhadap penderita.
  • Saya akan memberikan kepada Guru-Guru saya, Penghormatan dan Pernyataan Terima Kasih yang selayaknya.
  • Saya akan memperlakukan Teman Sejawat saya sebagai saudara kandung.
  • Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.
  • Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan Hukum Perikemanusiaan, sekalipun saya diancam.
  • Saya ikrarkan Sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.
sumber : http://fk.ub.ac.id/profesi/pendidikan/lafal-janji/lafal-sumpah-dokter/

Jadi dokter itu banyak tantangannya, selain harus mengobati pasien, kalian harus menghadapi pasien yang kadang-kadang "banyak maunya" dan itu bikin kamu jengkel! Kadang-kadang apa yang telah kamu lakukan itu benar (dan kamu sudah berusaha sangat semaksimal mungkin), tapi di mata pasien itu salah kalau misalnya terjadi apa-apa dengan pasienmu (walaupun kamu sudah informed consent). Jadi, wahai calon dokter, BELAJARLAH yang rajin, RENDAH HATI-lah agar pasien senang dengan pelayanan dan pengobatan yang kau berikan.

Dear para calon dokter..

BERSEMANGATLAH! Kalian adalah orang-orang mulia yang terpilih oleh Tuhan untuk menjadi dokter, jadi JANGAN MENYERAH untuk menjadi dokter!


Wassalaamu'alaikum!

***

DISCLAIMER!

Blogpost kali ini adalah untuk 'tantangan' #TimSARproject. Temanya adalah SURAT UNTUK NEGARA. 


Jujur aja, aku bingung mau nulis apa'an, karena (katanya sih) berhubungan dengan politik. Lah, aku gak pernah update masalah politik, yang korupsi lah, yang kisruh DPR apa pun itu lah. Jadi, aku bingung mau nulis apa di #TimSARproject kali ini. Jadilah aku menulis surat ini.

Maafkan banget yaaa kalau nulisku gak jelas kayak ginii, abisnya gak tau mau nulis apaan, huhuhu....

Oh ya, jangan lupa cek blogpost-nya..

Kak Roos : SURAT UNTUK NEGARA

Sarah Hamanda : SURAT UNTUK NEGARA

See you in our next #TimSARproject!!!

You May Also Like

2 komentar

  1. Replies
    1. Hehehe, makasiih. Abis bingung banget mau nulis apaan, apalagi tulisanku ini kayaknya bakalan gak nyambung dari kesepakatan tema

      Delete