CERITA UJIAN AKHIR STASE INTERNA

by - October 01, 2016

Assalaamu'alaikum!


Tak terasa sekarang sudah tanggal 1 Oktober 2016, berarti sudah 2 minggu aku gak ngeblog. Tapi, Alhamdulillah, tangan dan otakku masih bisa sinkron untuk ngeblog kali ini, walaupun sudah cukup lama gak nulis.

Kesibukanku dalam mempersiapkan ujian akhir stase Penyakit Dalam menjadi penghalangku untuk menulis blog selama 2 minggu terakhir ini. Namun, saya memang sengaja sih untuk gak ngeblog sejak nulis blog terakhir kali agar saya bisa konsentrasi belajar menjelang ujian tersebut.

Yang dipelajari ketika mempersiapkan ujian akhir stase Penyakit Dalam itu BANYAK BANGET! Karena mempelajari mulai dari penyakit-penyakit di Penyakit Dalam tubuh seperti diare, hepatitis, diabetes mellitus, demam berdarah, anemia, juga penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, serta penyakit paru seperti asma dan TBC. Tidak hanya mempelajari mengenai penyakit-penyakit dalam itu sendiri, tapi juga mempelajari Patofisiologi (mempelajari perjalanan suatu penyakit), obat-obatannya serta bagaimana obat itu bekerja di dalam tubuh, gejala-gejalanya, dan lain-lainnya, pokoknya pelajarannya calon dokter banget deh!

Nah, selama 2 minggu itu aku hanya belajar di kamar kosku saja karena tidak ada tugas harian seperti periksa pasien, menulis status pasien, tugas jaga malam, dan lainnya alias BOLEH LIBUR/BOLEH BOLOS! Tapi kalau harus ke rumah sakit yaa hanya mengurus masalah administrasi seperti minta tanda tangan dokter-dokter sebagai syarat sebelum mengganti buku stase berikutnya, ngumpulin referat, responsi. Oh ya, kita juga diperbolehkan untuk belajar nge-laboratorium karena ujiannya juga memeriksa urine dan darah pasien.

Aku ujian pada hari Kamis, 29 September 2016 (if you wanna know). 

Pada malam hari sebelum ujian, aku dan 3 orang temanku yang ujian hari Kamis ke rumah sakit untuk ngecup pasien yang akan dipakai ujian agar malam itu bisa fokus belajar mengenai penyakit pasien yang akan "diujikan" tersebut. Kami keliling ke seluruh ruangan penyakit dalam dan akhirnya mendapatkan sekitar 5 pasien. Kemudian, kami bilang ke perawat yang ada di ruangan itu untuk mengambil darah dan urine pasien yang kita "titipkan" itu dan tak lupa kami berikan "bingkisan" sebagai tanda terima kasih kami kepada para perawat yang BAIIIIIIKKKKKKKKK BANGET! Makasih yaaa, Mbak Mbak dan Mas Mas!!!!!!! Setelah itu, sekitar pukul 22.00, kami pulang ke rumah masing-masing dan lanjut belajar.

Kalau aku, setelah pulang, aku belajar sebentar sekitar 15 menit untuk refresh materi-materi, lalu tidur deh saking gak kuatnya mata dan badan!

Keesokan harinya, hari H, kami semua datang sekitar pukul 06.30. Lalu, kami ambil darah dan urine pasien di ruangan paviliun penyakit dalam. Namun, ada 2 pasien yang tak bisa dipakai ujian karena hari itu jadwal pemeriksaan laboratorium mereka, jadi gak bisa deh!

Sekitar pukul 07.15, kami mulai diundi untuk mendapatkan apakah mendapat materi ujian Jantung, ataukah penyakit dalam. Aku sih berharapnya dapat penyakit dalam karena saya merasa mampu di penyakit dalam, apalagi materi Diabetes Mellitus, wkwkwkwk. Tapi, GAK BERUNTUNGNYA GUEH, DAPAT JANTUNG!!! What the....................................!!!!!!!!!!!!! Tapi ya udahlah, harus dihadapi, huhuhuhu.

Ujian diawali dengan tanya-tanya atau anamnesa ke pasien, kemudian, pasien diambil darah dan urine didapingi oleh perawatnya. Setelah itu, baru deh mulai ngelab di ruang laboratorium. Alhamdulillah, ngelab berjalan dengan lancar. Lalu, menulis status pasien ala Prof, S, Sp.PD yang super duper panjang banget sampe habis 5 halaman kertas folio bergaris! Kebetulan pasien ujianku adalah penderita Penyakit Jantung Koroner.

Setelah menulis status pasien, akhirnya aku menunggu dosen penguji untuk ujian. Satu jam............dua jam...................................

Sampailah datang Prof,S, Sp.PD. Ya Allah..............semoga bisaaaaaaaa...............karena aku deg-degan banget! Aku udah panik luar biasa ketika tahu pengujinya adalah beliau! Penguji keduaku adalah dr.T, Sp.JP yang terkenal sangat ke-bapak-an bila mengajari muridnya. Ujiannya seperti ujian lisan. Pertanyaannya gak jauh-jauh mengenai pasienku ini. Tapiiiiiiiiiii NGEBLANK TOTALLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! HUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHU

Akhirnya, waku menunjukkan pukul 14.45, ujiannya selesai. Aku membersihkan peralatan laboratoriumku dan pulang deh!

Aku cuma bisa pasrah banget sekarang, semoga diberikan yang terbaik.

Itu aja ceritaku mengenai ujian akhir stase Penyakit Dalam. Jujur, ini adalah pertama kalinya aku ujian seperti ini. 

See you on my next post!


Wassalaamu'alaikum!


You May Also Like

0 comments