MY WRITING JOURNEY

by - February 15, 2018

Assalaamu'alaikum!


Setiap orang pasti memiliki hobi. Melakukan hobi yang kita suka dapat melepas stress juga. Apalagi kalau hobi yang menguntungkan, seperti kata Pak Ridwan Kamil, "Pekerjaan yang menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar". Salah satu hobi saya adalah menulis. Bisa dibilang, hobi saya ini menguntungkan bagi diri saya sendiri dan (semoga) juga orang lain. Kali ini saya ingin bercerita tentang 'perjalanan' menulis saya, dari awal mula menulis hingga saat ini.

Awalnya saya hobi menulis itu sejak kelas 3 SD. Waktu itu, salah satu teman saya mengirimkan 2 karyanya ke majalah sekolah SD yang waktu itu masih dalam bentuk Tabloid SAKINAH. Setelah dimuat, teman saya mendapatkan sepuluh ribu rupiah, berarti satu karya yang dimuat dihargai lima ribu rupiah. Siapa yang gak tergiur? Tapi saya gak yakin apakah harus dalam bentuk puisi? Kata temanku ternyata bebas mengirimkan karya dalam bentuk apa aja, bila karangan bebas, puisi, maupun lukisan. Kemudian, saya ambil selembar kertas lalu saya iseng membuat karangan cerita yang sesuai dengan imajinasi saya. Lalu, saya kumpulkan ke Ust. Suharyo selaku (mantan) Kepala Sekolah SD-ku dan (kayaknya sih) dulu pemimpin redaksi Tabloid SAKINAH. Alhamdulillah ternyata dimuat juga dan dapat imbalan 5 ribu rupiah. Senang banget saat itu! Apalagi, pada jaman itu (aku kelas 3 SD itu tahun 2004, berarti aku udah tua dong.... 😂) uang 5 ribu rupiah buat seusiaku saat itu termasuk gede banget. Sehingga sejak saat itu, saya mulai 'karir' dalam mengarang cerita, tak jarang karya saya dinuat di majalah sekolah. Lumayan laah, dapet duit buat tambahan uang saku, hehehe 😁 Sejak saat itu, saya 'terkenal' di SD juga salah satunya karena hobi menulis cerpen itu yaa, hehehehehe, narsis dikit boleh lah yaaa.


Salah satu 'ciri khas' saya dalam mengarang bebas yang diingat oleh teman-teman saya adalah saya sering banget membuat cerita 'serial' yang nama karakternya terinspirasi dari nama sahabat saya. Jadi, nama karakternya itu diambil dari huruf pertama nama temanku terus diganti namanya jadi siapaaa gitu. Yang jelas, nama karakternya sudah lupa karena itu udah lamaaaaaa banget. Ceritanya sih tak jauh dari cerita persahabatan gitu. Mungkin karena dari kecil udah baca novel/kumpulan cerpen/cerita serial tentang persahabatan anak kecil kali yaa...

Nah, itu dia tadi perjalanan hobi menulisku saat duduk di bangku SD. Saat memasuki bangku SMP, sebenarnya saya tetap menulis cerpen kalau di waktu senggang. Namun, udah mulai mengikuti lomba. Awal mula mengikuti lomba gara-gara disuruh oleh guru Bahasa Indonesia saya yang ternyata kenal banget dengan guru Bahasa Indonesia-ku saat SD. Akhirnya, saya dipanggil oleh beliau dan meminta saya untuk mengarang sesuai dengan tema tertentu. Kemudian, saya kirim karangan saya tersebut. Kalau gak salah itu buat lomba tingkat kabupaten deh karena saat itu awal-awla kelas 1 SMP. Lalu, akhirnya, saya gagal di lomba tersebut hehehe.

Kemudian, lanjut ke kelas 2 SMP. Tema cerpen-cerpen saya biasanya berhubungan dengan kisah persahabatan atau cerita cinta pertama khas cerita cinta remaja SMP gituu. Inspirasinya gara-gara hobi nonton FTV dan sinetron Kepompong yang menjadi sinetron favoritku saat itu.

Nah, saya punya cerita nih pas kelas 2 SMP dalam pengalaman menulis saya. Jadi, sahabat saya, Kak Ros, mengajak saya untuk mengikuti lomba cerpen dongeng dengan tema 'legenda Kota Lumajang'. Awalnya saya menolak mentah-mentah ajakan sahabat saya karena menulis dongeng itu bukan 'gaya' saya. Memang sih, saya suka berimajinasi ketika menulis cerpen, tapi saya juga realistis. Misalnya, saya menulis cerpen cinta, saya berimajinasi tentang kisah cinta dua sejoli, tapi tetap yang umum terjadi di dunia nyata, ngerti maksudku kan? Lalu, tiba-tiba saya dipanggil oleh guru Bahasa Indonesia saya dan mengatakan bahwa "Saya tugaskan kamu membuat cerpen dengan tema legenda kota Lumajang. Saya tunggu besok!". Perasaan saya gak karuan, tapi ke arah kesel sih, karena dongeng bukan 'gaya' saya dalam menulis, tapi harus dipaksa menulis, dikejar deadline lagi! Saya benar-benar tidak mendapat inspirasi untuk menulis. Lalu, saya meminta bantuan guru les saya buat mencari inspirasi. Setelah mendapat inspirasi, kemudian saya mulai menulis. Keesokan harinya, saya kumpulkan ke guru saya. Kalau ini, lombanya tingkat kabupaten. Beberapa hari kemudian, saya dipanggil lagi oleh guru saya dan beliau mengatakan "Selamat, Damar. Cerpen kamu lolos ke babak provinsi. Jadi, kamu siapkan fotokopi akte kelahiran, foto 3x4 hitam putih, dll...". Saya kaget banget luar biasa karena nggak nyangka kalau bakalan lolos ke babak provinsi. Ditambah lagi di kejar deadline harus mengumpulkan syarat administrasi sebelum lomba, dan sore itu juga. Saat itu benar-benar heboh banget karena banyak syarat-syarat administrasi yang belum ada atau lagi habis seperti pas foto, fotokopi akta lahir, dan lainnya. Sampai akhirnya saya 'berlaga' menulis cerpen di Surabaya, tepatnya di lokasi Asrama Haji, Surabaya. Lomba ini dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional 2009 saat itu. Namun, saya gagal lolos ke babak selanjutnya yaitu babak Nasional. Saya gak masalah dengan kekalahan itu karena saya bisa berhasil lolos ke tingkat provinsi dan jadi juara 1 tingkat kabupaten Lumajang udah bikin bangga dan senang diri sendiri dan juga orang tua kok.

Nah, mulai beranjak remaja sekitar kelas 3 SMP, jujur aja nih, barulah mulai menulis cerpen dengan tema percintaan antar dua sejoli. Inspirasinya sih gara-gara (masih) kebanyakan nonton FTV di salah satu stasiun televisi swasta, daaaannnnnnn........ saat itu saya lagi kasmaran pada seseorang, hihihihi (tapi akhirnya gagal jadian kok sama doi wkwkwk). Saat itu, dia menjadi salah satu inspirasi saya dalam membuat cerpen. Saat itu juga, saya benar-benar produktif banget dalam menulis cerpen cerita cinta gitu, kira-kira lebih dari 10 cerpen yang saya buat dalam jangka waktu beberapa bulan.  Itu sangat produktif sekali buat saya apalagi kelas 3 SMP kan harusnya lebih fokus terhadap UAN dan persiapan masuk SMA 2 Lumajang. Tapii, saya sadar juga sih, yang menjadi kekurangan cerpen saya saat itu adalah alur yang gampang banget ditebak serta terlalu panjang jadinya dibilang novel nggak, dibilang cerpen juga nggak (itu sih yanh aku ingat).

Selain cerpen kisah percintaan, saya sempat menulis cerpen yang "keluar dari zona nyaman". Selain menulis dongeng yang saya tulis saat SMP (dan itu cuma sekali doang), saya iseng bikin cerpen dengan genre psychological thriller, gara-gara lagi hobi nonton filrirm dengan genre seperti itu. Walaupun pada akhirnya gagal serem juga karena alurnya mudah banget ditebak, setidaknya saya berani keluar dari zona nyaman. Saya berhenti menulis cerpen saat kelas 3 SMA karena harus benar-benar fokus dengan UAN dan SBMPTN 2012.

Setelah sekian lama gak menulis cerpen, sempat terlintas di pikiran buat menulis cerpen lagi. Tapii susahnya adalah inspirasi udah ada, tapi susah banget buat memulai, susah banget buat menentukan cerita awalnya, konflik, pengembangan cerita, hingga akhir ceritanya. Lalu, akhirnya saya tetap berusaha buat menulis cerpen lagi tapi kayak gagal gitu sih hasilnya, hehehe. Jadi, sampai saat ini saya belum bisa menulis cerpen lagi walaupun keinginan membuat karya fiksi itu tetap ada.

Lalu, gimana sih kok akhirnya BLOGGING? Kalau cerita ini saya sudah cerita secara lengkap di  postingan mengenai alasan saya blogging sekitar tahun lalu deh. Silahkan di cek yaa.

Baca juga : "WHY AM I BLOGGING?


Tapi, saya mau cerita singkat kenapa saya akhirnya konsisten ngeblog hingga saat ini. Awalnya, sekitar 3 tahun yang lalu, saya mengalami banyak masalah sehingga saya depresi dan selalu curhat ke sahabat-sahabat saya. Suatu hari, Kak Ros, mengajak saya untuk menulis di blog lagi (karena sebelumnya saya sempet ngeblog tapi gak konsisten). Kemudian, saya melihat webseries Ibu-Ibu Hot dari Vemale.com (buatan Kapanlagi.com) dan ada satu wanita yang menarik perhatian saya, yaitu Kak Andra Alodita. Nah, kak Andra Alodita ini yang membuat saya terinspirasi untuk menulis hal-hal positif serta konsisten dalam blogging.

Salah satu tulisan yang pernah dinuat di Hipwee Community

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih terus blogging. Kebanyakan postingan saya mengenai review produk skincare dan juga hal mengenai lifestyle juga diari-diari. Namun, sejak beberapa bulan yang lalu, saya mulai memperluas "arena" menulis saya sehingga saya iseng menulis di beberapa media online seperti Soco.id dan Hipwee Community, yaaa walaupun baru sedikit artikel yang nongkrong di media online, setidaknya "ngeksis"  di media online dulu boleh lah yaaa.

Baca juga : "WAJIB TAHU GIRLS, BERIKUT PERAWATAN UNTUK WAJAH" (Hipwee Community)


Sepanjang karir menulis saya, pasti ada hal yang membuat saya "up and down" terutama kalau menyangkut masalah HATERS! Kalau saya menulis jaman SD hingga SMA, teman-teman saya (terutama teman SD) bangga banget sama saya apalagi saya bisa mengikuti lomba tingkat provinsi yang saya ikuti saat SMP. Pun juga guru-guru saya saat SD. Namun, tak jarang juga ada yang gak suka  dengan setiap tulisan saya karena bertema percintaan yang cukup drama dan seharusnya ditulis oleh cewek, bukan cowok. Lalu, di saat mulai blogging ini, sumfeh yaaa LEBIH BANYAK BANGET HATERSNYA! apalagi kalau saya menulis artikel mengenai produk perawatan kulit wajah yang notabene dikerjakan oleh kaum hawa. Okelah, saya paham mengenai itu, tapi masalahnya, saya suka menulis tentang itu, gimana dong? Hahaha. Saya juga sempat menulis postingan mengenai pengalaman saya berobat ke psikiatri yang sangat "kontroversial" karena menyangkut depresi yang saya alai waktu itu. Hehehe. Emang dasar saya orangnya "gak jelas" banget HAHAHAHAHAHA. Dan setiap postingan saya (walaupun cuma menulis diari kehidupaan sehari-hari), rasanya seperti MEMANCING HATERS, ya gak? Coba kalian komen deh bagi yang selalu mengikuti blog saya!

Jujur aja sih, kadang-kadang saya tidak peduli dengan haters karena saya menulis apa yang saya suka. Tapi, di era jaman sekarang ini, karena dasarnya orangnya sensitif, hehehe, jadi akdang-kadang terbawa "suasana" gitu, apalagi sejak blogging ini. Tapi, saya sebisa mungkin untuk selalu kalem dna tenang menghadapi haters yang kadang-kadang nyinyir di belakang saya, hahahahahahaha/

Resolusi karir menulis saya di tahun 2018 ini adalah selain konsisten ngeblog di damargumilar.com, saya bakalan juga menulis di beberapa media online seperti yang sudah saya sebutkan tai, walaupun gak mesti rutin untuk menulis di media online karena kesibukan saya sebagai calon dokter dan pastinya mengurus blog pribadi saya. Saya tidak menargetkan berapa postingan perbulan atau perminggu dalam menulis artikel di media online. Kalau postingan di blog, pastinya setiap minggu ada postingan yang bakal tayang. Hehehe

Namun, saya juga punya cita-cita sih. Random mood saya kali ini adalah saya bikin komunitas blogger maupun vlogger untuk arek Lumajang karena saya tahu banyak sekali blogger dan vlogger asal Lumajang yang kece-kece banget! Saya harap kalau ada komunitas bisa saling sharing sesama blogger dan vlogger (kurang lebih kayak gitu). Terus, saya juga punya keinginan untuk membuat suatu portal media online lifestyle asal Lumajang yang tujuannya sih untuk promosi Kota Lumajang karena #LumajangItuKece (yaelaaahhhhh bikin caption sendiri!)

Sekian cerita hobi saya yang saya tekuni sejak jaman SD, hehehehe. Intinya sih, tekuni terus hobi yang kalian suka, asalkan hobi yang positif ya. Mudah-mudahan bisa menjadi peluang untuk mendapatkan rezeki yang tak terduga (halah apaan sih!). Gitu aja deh, (entah kenapa saya tidak bisa membuat penutup yang bagus). See you on my next post!

Baca juga "MY WRITING JOURNEY" versi Kak Rhoshandha yaaa!

Wassalaamu'alaikum!

You May Also Like

6 komentar

  1. Wihiiii
    Namanya Sharma bukan sih cil, tokoh yang kamu bikin saat SD????


    Kok aku sd gak suka nulis yaaaa... Hahahaa

    Kayaknya aku dulu sempat baca tulisanmu yg legenda kota lumajang deh, tapi lupa isinya apa. Btw, kayaknya Pupus juga ikut deh. Eh apa kamu ya yang ikut. Aku lupa banget. Hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya Pupus juga ikut, aku ikut disuruh Bu Sri Wigati. Akhirnya aku yg lolos wkwkwk

      Delete
  2. Mba Damar, aku salfok sama typo dibagian sini >> saya bakalan juga menulis di beberapa media online seperti yang sudah saya sebutkan "tai" wkwkwk

    Wah hebat dari SD kelas 3 btw tahun 2004 aku uda kuliah dan belum menelurkan something kerasa banget aku tuanya n nothing :D

    untunglah skrg ada blog jd media buatku nulis, keren banget mba damar semoga lancar smeua urusannya y :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iyaaa, saya baru nyadar Hahahahahhahah...

      Delete
  3. Bekerja atas dasar hobi akan selalu menyenangkan, karena hobi adalah sumber kesenangan. Kecuali yang hobinya bekerja ;)

    ReplyDelete
  4. SD udah terbit tulisan keyeeen..Aku mah SD masih nulis diary..wkwk

    ReplyDelete