CERITA HATI : TENTANG MEMAAFKAN

by - February 10, 2017

Assalaamu'alaikum!


Kebetulan banget nih, tema #1minggu1cerita kali ini adalah FORGIVENESS. Hmmm, terus terang saja, susah banget nih temanya. Apa yang harus aku ceritakan di blog ini? Cerita berantemku sama si "something", si dia gak ngijinin. Kira-kira aku bakal nulis apa ya?


Pernah gak sih kamu merasa jengkel, sakit hati pada seseorang karena kesalahan fatal yang dia lakukan? Semua orang pasti pernah, TERMASUK SAYA. Apa yang kau lakukan? Lebih baik dendam, atau justru memaafkan?

Saya mengerti perasaan kalian, rasanya campur aduk banget. Sakit hati, nggak nyangka kalau dia berbuat seperti itu. Berusaha memaafkan tapi hati masih tak bisa menerima dan melupakan kesalahan yang dia lakukan. Saya pun pernah mengalami perasaan tersebut dan mungkin kalian juga.

Saya punya cerita mengenai pengalaman masa lalu. Saya seringkali berantem sama teman saya karena kadang-kadang pesan saya hanya dibaca saja, tak sempat dibalas, dan itu dia lakukan berkali-kali. Saya sempat jengkel dan marah-marah padanya. Yang lebih parah lagi, saya sering nyindir-nyindir dia lewat media sosial saking jengkelnya hati saya. Akhirnya, saya bersumpah gak akan chatting lagi dengan dia.

Anehnya, lama gak chatting rasanya kangen banget. Kangen obrolan yang sangat seru dan berkualitas karena menurut saya, dia orangnya asik dan nyambung banget untuk diajak ngobrol, mulai dari curhatanku sampai gosip-gosip terkini, hehehe. Pada akhirnya, saya lebih memilih MEMAAFKAN dia dengan alasan ingin memahami keadaan dia saat ini. Saya tak berhenti berdoa juga agar pertemanan ini jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kadang-kadang saya iseng menyapa dia lagi, namun tak ada tanggapan hingga saya kehilangan harapan. Sampai suatu ketika, ajaibnya dia menyapa duluan. Lalu, obrolan terus menerus yang sangat seru meskipun kadang-kadang dia masih menyebalkan, hehe.

Dari kejadian yang saya alami, saya mempelajari beberapa hal mengenai MEMAAFKAN:

1. MEMAAFKAN DAPAT MELEGAKAN HATI

Ya, memaafkan bikin lega hati. Memaafkan menandakan bahwa kita telah ikhlash dengan yang telah terjadi. Memaafkan juga menandakan bahwa kita dapat mengesampingkan ego kita, kita tidak marah-marah dan bersabar serta ikhlash sehingga hati kita jauh lebih lega.

2. MEMAAFKAN DAPAT MEMPERBAIKI KEADAAN

Dengan saling memaafkan satu sama lain, kita dapat memperbaiki keadaan jadi lebih baik. Satu contoh lain adalah sosok Rachel Vennya yang dulu sempat diselingkuhi oleh kekasihnya (yang kini menjadi suami) namun akhirnya ia lebih memilih memaafkan dan memberinya kesempatan kedua hingga akhirnya mereka berdua bisa menikah.

Cobalah bagi kalian (yang sedang pacaran atau persahabatan kalian) yang sedang saling berantem untuk saling memaafkan dan berbicara dari hati ke hati dan kepala dingin. Semua masalah pasti akan terpecahkan dan membuat hubungan kalian jadi lebih baik lagi karena memaafkan adalah pelajaran dari masa lalu.

3. MEMBERI KESEMPATAN KEDUA ADALAH PILIHAN

Satu hal lagi yang saya ingat yang berhubungan dengan memaafkan, yaitu memberi kesempatan kedua adalah sebuah pilihan. Kadang orang lain memaafkan dirimu secara tulus namun tak bisa memberi kesempatan kedua karena kesalahan bisa dimaafkan namun tak bisa dilupakan.


Itu dia cerita saya mengenai memaafkan, semoga bermanfaat dan reminder untuk kita semua.


Wassalaamu'alaikum!

You May Also Like

6 komentar

  1. Aku tipe orang yg mudah memaafkan khilaf dlm hal2 teknis.. Dan gak aku ungkit lagi. Tapi sekalinya menyangkut core value aku, aku susah banget maafin. Dan itu yang bikin aku melampiaskan kemarahan pada orang lain. Gak bagus... Tapi aku sdh menyadarinya, dan skrg masih proses untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, sama kak. Malahan aku sering banget dikomentarin temenku supaya gak melampiaskan kemarahan pada orang lain, biar gak dianggap anak kecil dan harus lebih dewasa

      Delete
  2. "memaafkan bikin lega hati."

    --- setuju. Makanya kalo berantem sama orang terdekat, akhirnya saya suka minta maaf duluan, walaupun tau bahwa dia yang salah. Demi ketenangan batin 🙇
    Salam,
    -Tatat

    ReplyDelete
  3. Setuju dengan kalimat "kesalahan bisa dimaafkan namun tak bisa dilupakan."

    ReplyDelete